Kasih TUHAN tanpa batas Terhadap Manusia CiptaanNya

Kasih TUHAN tanpa batas Terhadap 
Manusia CiptaanNya

Hari ini Gereja memperingati Hari Orang Sakit Sedunia (HOSS) yang ke 29, bertepatan dengan peringatan penampakan Santa Perawan Maria di Lourdes. Hari ini merupakan kesempatan baik untuk mencurahkan perhatian khusus kepada orang sakit dan para tenaga kesehatan yang memberi pertolongan serta perawatan. Pada tahun ini secara khusus kita memikirkan mereka yang menderita sakit akibat pandemi Covid-19 yang berkepanjangan di seluruh dunia, khususnya di Tanah Air kita sendiri.
Thema HOSS tahun ini diambil dari Mat. 23:8 Hanya satu Gurumu dan kamu semua adalah saudara
Paus Fransiskus sengaja mengambil perikop Injil Matius yang mengungkapkan kritik YESUS terhadap kemunafikan orang-orang yang suka berkotbah tetapi tidak mempraktikkannya. Iman  dikerdilkan dengan kata-kata kosong, tidak peduli dengan kehidupan dan kebutuhan orang lain, maka iman yang kita akui itu terbukti tidak sejalan dengan kehidupan yang kita jalani. DIA mengecam kemunafikan itu dan meminta kita membangun relasi langsung dan personal dengan orang lain untuk merasakan empati dan kasih sayang, dan untuk membiarkan penderitaan orang sakit itu menjadi milik kita saat kita berusaha melayani mereka.

Semua Bacaan Suci hari ini mengungkapkan bahwa di mata TUHAN manusia memang diciptakan secara istimewa. (Bacaan Pertama). Ia menerima nafas kehidupan dari hembusan ALLAH sendiri dan tidak dibiarkan hidup sendiri. Karena itu DIA menciptakan seorang "penolong baginya yang sepadan dengan dia" (Kej. 2:18). Penolong yang sepadan itu diciptakan TUHAN dari manusia itu sendiri: "tulang dari tulangku, daging dari dagingku" (ayat 23). Gambaran penciptaan ini sungguh mengagumkan. Laki-laki dan perempuan diciptakan secara sepadan dan setara. Tetapi nyatanya dalam perkembangan terjadi konflik dan penindasan dari yang kuat kepada yang lemah. Bagaimana pun juga, keluarga yang selalu menjalin hubungan baik dengan TUHAN konflik itu dapat diatasi. Namu kalau jauh dari TUHAN, maka bahaya perpisahan bahkan perceraian kadang sulit terelakkan. Hanya dalam TUHAN, seorang perempuan dan laki-laki (suami - isteri) akan menjadi pasangan yang serasi dan saling menolong.

Peran perempuan sebagai penolong dan pemberi kehidupan  ditekankan kembali dalam kisah Injil hari ini. Demi kehidupan anaknya,  seorang perempuan Siro-Fenesia rela merendahkan dirinya di depan YESUS. Ia menerima ketika YESUS seolah-olah tidak peduli padanya dan diremehkan  sebagai "anjing" yang mencari remah-remah roti yang jatuh. Imannya yang besar dan kerendahan hati perempuan itulah yang bisa mengubah hati YESUS yang kemudian mau mengusir setan yang merasuk dalam badan anaknya. Dari kisah ini kita menemukan kebenaran bahwa kasih TUHAN  tanpa mengenal batas, tidak pernah membedakan ras, agama,status sosial atau gender. Kasih TUHAN itu universal, dan tidak mengenal sekat-sekat
Bagaimana dengan cinta kita sendiri terhadap sesama kita, khususnya suami/isteri/anak?

Ya TUHAN, ENGKAU menciptakan laki-laki dan perempuan secara sepadan dan setara serta untuk saling melengkapi dan tolong menolong. Semoga aku mampu jadi penolong orang lain khususnya yang terdekat dengan aku. Tambahkanlah padaku iman akan Kuasa-MU yang menyembuhkan serta membebaskan aku dari yang jahat. Amin.Terus Ikuti Renungan Jitu Dari
SOS.TopSekali.com

Selamat pagi. Selamat beraktivitas dalam waktu pembatasan. AMDG. Berkat TUHAN
PK/hr
 🆁🅰🅶🅸 Kamis 11 Februari 2021 
Hari Biasa Pekan Biasa V : 
•Kej. 2: 18-25; 
•Mzm. 128: 1-2, 3, 4-5; 
•Mrk. 7: 24-30.
Peringatan Santa Perawan Maria di Lourdes
Hari Orang Sakit Sedunia (HOSS)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak