Kesetiaan Hidup

*Kesetiaan Hidup*
*Kesetiaan adalah keutamaan yang telah diteladankan oleh ALLAH sendiri* ALLAH itu Mahasetia. Sekalipun manusia berulang kali meninggalkan TUHAN dengan perilakunya yang tidak terpuji (dosa), akan tetapi ALLAH tetap setia menantikan kedatangan manusia yang berdosa itu. Maka kesetiaan sangat dibutuhkan dalam hidup ini. Hidup tanpa kesetiaan akan menjadi neraka! Jika mau hidup bahagia, orang harus mempunyai sifat setia yang mengandung unsur- unsur tulus, jujur, patuh atau taat, bakti, daya juang, pengorbanan,  konsisten dan komitmen.  Kesetiaan dalam memegang janji, mempertahankan komitmen bersama dan memegang teguh ikatan atau perjanjian yang disepakati bersama. Maka kesetiaan sangat mutlak diperlukan dalam hidup bersama, baik dalam tingkat persahabatan  antara dua orang atau lebih, tingkat hidup keluarga, komunitas, organisasi sampai pada   hidup bermasyarakat,  berbangsa dan bernegara. 

*Namun sayangnya, dalam kenyataan, kesetiaan yang murni dan sejati itu merupakan "barang lux" dan "barang langka"*. Sebab, kesetiaan ini sering kali hanya merupakan  formalitas di atas kertas, tanpa suatu bukti nyata. Kesetiaan banyak ditinggalkan dengan berbagai alasan yang dicoba untuk "membenarkan" tindakan tidak terpuji itu. Orang acap kali terlena oleh berbagai godaan,  hingga meninggalkan janji atau komitmen bersama, terutama sering terjadi dalam hidup berkeluarga. Bahkan ketidaksetiaan itu dapat dikategorikan sebagai suatu bentuk "pengkhianatan" baik dalam tingkat hidup berkeluarga, bermasyarakat maupun bernegara.  
Menurut pandangan Anda, adanya berbagai krisis dalam kehidupan keluarga dan masyarakat kita saat ini terutama disebabkan karena  ketidaksetiaan atau sebab yang lain?

*Dalam Bacaan Pertama di bawah ini*, Musa mengingatkan bangsa Israel supaya mereka setia melakukan ketetapan dan peraturan dari ALLAH yang diajarkan Musa kepada mereka. Mereka diminta untuk setia pada peraturan dan ketetapan TUHAN di negeri yang mereka masuki, sehingga bangsa-bangsa lain pun memuji kebijaksanaan bangsa Israel yang mempunyai ALLAH yang begitu dekat dengan bangsa-NYA.  
Kata Musa: "Lakukanlah itu dengan setia, sebab itulah yang akan menjadi kebijaksanaanmu dan akal budimu di mata bangsa-bangsa, yang pada waktu mendengar ketetapan ini akan berkata: Memang bangsa yang besar ini adalah umat yang bijaksana dan berakal budi" (Ul.4:6).
Bagaimana tingkat kesetiaan kita dalam hidup berkeluarga? Beranikah kita berkata bahwa bangsa kita adalah bangsa terhormat  karena setia memegang komitmen Pancasila dalam perilaku nyatanya dalam kehidupan sehari-hari? 

*TUHAN YESUS dalam perikop Injil di bawah ini* juga menekankan betapa pentingnya kesetiaan dalam melaksanakan Hukum TUHAN
YESUS bersabda: "Janganlah kamu menyangka, bahwa AKU  datang untuk meniadakan Hukum Taurat atau kitab para nabi. AKU datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya" (Mat.  5:17). Selanjutnya DIA menegaskan bahwa "selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari Hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi" (ayat 18). Tetapi 
TUHAN YESUS melaksanakan Hukum Taurat itu tidak secara kaku seperti yang tertulis. Hukum itu harus dilihat secara mendalam. Hukum ditujukan untuk membawa kepada kebahagiaan sejati, dan kebahagiaan itu kita peroleh dalam Diri YESUS KRISTUS. Karena itu YESUS menyempurnakan Hukum Taurat dengan Hukum Cinta kasih: mencintai ALLAH dengan segenap hati dan jiwa kita serta mencintai sesama kita seperti diri sendiri  YESUS sangat menghayati inti, jiwa, semangat dan mentalitas Hukum Cinta kasih itu. DIA telah  melaksanakannya bukan secara formalitas atau secara dangkal, melainkan dengan sungguh-sungguh dan  sepenuh hati. DiA  menunjukkan kesetiaan akan tugas perutusan-NYA meskipun itu harus dibayar dengan nyawa-NYA sendiri! Segala rintangan,  tantangan dan halangan  datang menghadang setiap kali DIA mengajar dan berbuat baik, namun YESUS tetap setia pada Kehendak BAPA-NYA. Walaupun karena kesetiaan itu justru IA  harus sengsara dan wafat di kayu salib! . 

*Kesetiaan menuntut perjuangan dan pengorbanan.* Kesetiaan sangat diperlukan dalam kehidupan umat beriman  dalam mengikuti jejak KRISTUS. Kalau kita setia maka kita akan mengalami kebahagiaan. 
Apakah kita benar-benar setia dalam mematuhi Perintah TUHAN dan ajaran Gereja selama ini?   Apakah kita selalu mencari dan menemukan kesempatan untuk mewujudkan kasih kepada ALLAH dan sesama? 

Ya TUHAN, aku bersyukur dan berterima kasih atas kesetiaan-MU kepada Rencana dan Kehendak BAPA di Surga. Ajarilah aku untuk setia dalam melaksanakan Sabda-MU. Amin. Terus Ikuti Renungan Dari  *SOS.TopSekali.com*

AMDG. Berkat TUHAN
PK/hr
🆁🅰🅶🅸 Rabu 10 Maret 2021 
Hari Biasa Pekan III Prapaskah : 
• Ul. 4: 1,  5-9; 
• Mzm. 147: 12-13, 15-16, 19-20; 
• Mat.5: 17-19.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak