Hukum Kasih Sayang Yang Sejati Itu Bagaimana Dalam Kehidupan Sehari - Hari

Hukum Kasih Sayang Yang Sejati Itu Bagaimana 
Dalam Kehidupan Sehari - Hari

Dalam kehidupan sehari-hari ada orang yang cenderung melihat hal- hal detil, namun sering melupakan intinya. Demikian pula dalam kehidupan kita sebagai orang Katolik, sering kita melakukan banyak hal - aktif sana, aktif sini- namun kurang mengerti inti dasarnya. 

Hari ini TUHAN YESUS mengingatkan kita, bahwa mencintai ALLAH dengan segenap hati, dengan segenap jiwa, dengan segenap akal budi dan dengan segenap kekuatan, merupakan hukum yang pertama dan terutama (bdk juga Mat. 22:37-28). Mengasihi ALLAH  di atas segala-galanya adalah hukum pertama dan terutama, dan tidak boleh dijadikan hukum kedua, seperti tendensi banyak orang dewasa ini. Atau ada juga yang menggantikan ALLAH menjadi "allah-allah" lain yang berupa hobby, harta, perangkat digital, koleksi barang antik dan hal-hal duniawi lainnya, hingga menyita waktu banyak selama berjam-jam asyik "memuja allah-allah" buatan itu. 
Ingatlah, segala sesuatu yang kita kerjakan, harus bersumber pada hukum pertama ini. Jadi dalam mengasihi sesama seperti membantu mereka yang kena musibah serta mengangkat derajat mereka yang terpuruk, harus bersumber pada kasih kepada ALLAH. Mengasihi sesama karena kita sadar bahwa sesama manusia itu adalah juga citra ALLAH. Jadi dalam mengasihi sesama juga terkandung mencintai ALLAH.

Sebenarnya hukum cinta kasih ini sudah ada sejak Perjanjian Lama. Mengasihi ALLAH itu terdapat dalam Kitab Ulangan 6:4-5. Sedangkan mengasihi sesama terdapat dalam Kitab Imamat 19:18. 
Lalu apa bedanya cinta kasih pada Perjanjian Lama dengan Perjanjian Baru yang diajarkan YESUS?  TUHAN YESUS menekankan dua hal yaitu pertama mencintai dengan sepenuh hati baik kawan maupun lawan. Jadi musuh bebuyutan kita pun harus bisa kita cintai!  _Kedua mencintai melampaui batas-batas daerah, suku, bangsa, agama, kelompok dan  lain-lain. Pengikut KRISTUS harus bisa mencintai orang lain yang berasal dari agama lain, suku lain, daerah lain, bangsa lain. Bila kita mengasihi masih diskriminatif, masih atas dasar suka-tidak suka, atau "pilih kasih" berarti kita belum memenuhi syarat menjadi murid KRISTUS.  Sudahkah prinsip cinta kasih sejati seperti YESUS itu kita hayati dan kita laksanakan? 

Atau ada juga saudara-saudara kita yang rajin ke Misa harian secara online atau offline, dengan tujuan baik yaitu mencintai ALLAH  di atas segalanya. Namun peri lakunya di luar Misa sama sekali  "cuek" terhadap keluhan atau ratapan orang lain. Mencintai ALLAH juga harus kita wujudkan dengan mencintai orang lain terutama mereka yang lebih memerlukan perhatian dan bantuan kita. Ada juga aktivis Gereja yang sangat murah hati, suka menolong orang lain dan memberi dana yang cukup besar kepada Gereja. Namun, dananya itu adalah hasil dari menipu dan manipulasi dana masyarakat atau melakukan korupsi. Mencintai sesama dengan cara yang yang salah itu sangat tidak berkenan pada TUHAN. Dengan demikian, relasi antara hukum pertama dan hukum yang kedua itu saling erat berkaitan, tidak dapat dipisahkan satu sama lain, 

Wujud cinta kasih sejati dapat kita renungkan juga dari Bacaan Pertama yaitu tentang Tobia dan Sara. Pasangan ini memang sudah dijodohkan oleh ALLAH sendiri. Sara pernah menikah tujuh kali, dan tujuh suaminya meninggal semua. Hal ini karena ulah setan jahat Asmodeus. Tobia atas bimbingan langsung Malaikat Rafael diantar menemui Sara, anak Raguel. Tobia seorang pemuda yang taat pada orangtuanya dan rajin berdoa. Malaikat Rafael meyakinkan pemuda itu, bahwa Sara sudah dilepaskan dari pengaruh jahat Asmodeus, asalkan dia menikah dengan Tobia. Maka taatlah Tobia pada Rencana ALLAH itu. Karena itu, tindakan pertama pada saat hendak memadu kasih, "Tobia bangkit dari tempat tidur dan berkata kepada Sara : 'Bangunlah, adinda, mari kita berdoa dan mohon kepada TUHAN kita, semoga dianugerahkan-NYA belas kasihan serta perlindungan'. Maka bangunlah Sara dan mereka berdua mulai berdoa dan mohon, supaya mereka mendapat perlindungan." (Tb, 8: 4-5)    

Doa adalah kekuatan kasih yang luar biasa, yang bisa menjadi pondasi kokoh dalam hidup kita masing-masing, maupun hidup bersama sebagai keluarga atau komunitas. Hubungan cinta kasih sejati antara suami-isteri dan anak-anak ataupun kokohnya suatu komunitas bersama, hanya bisa berdiri kuat dan bisa hidup lestari bila ditopang oleh doa bersama. Kerjaan setan adalah merusak tatanan keluarga atau komunitas. Dan timbulnya keretakan hubungan dalam keluarga - tanpa kita sadari - karena ada "krisis doa". Doa sebagai bentuk dialog akrab kita dengan TUHAN mulai jarang dilakukan atau bahkan ditinggalkan. 
Maka marilah kita bangun kembali kebiasaan untuk berdialog dengan TUHAN dengan berdoa bersama dalam keluarga yang sekaligus merupakan perwujudan hukum cinta kasih. 

Untuk membuktikan cinta kasih yang total kepada TUHAN, banyak orang rela mengorbankan hidupnya  demi kebenaran iman  yang diyakini secara mendalam. Mereka itu adalah para martir yang rela mati untuk memberi kesaksian cinta mereka kepada TUHAN. Termasuk para martir di Uganda, St. Karolus Lwanga dan kawan-kawan, yang hari ini kita peringati pestanya. Kekristenan adalah paham baru bagi Uganda, Afrika, yang masuk pada tahun 1879. Namun agama ini dianggap musuh bagi Raja Mwanga yang merasa terancam budayanya yang asli Uganda karena menganut poligami, perdagangan budak belian dan pemerkosaan anak-anak. Karena itu, ia melarang orang Uganda menganut agama  yang dibawa oleh para Missionaris Afrika itu. Orang yang melanggar larangan itu, langsung dibunuh secara keji. Karolus Lwanga adalah seorang pelayan raja. Ketika raja mendapati para pelayannya sedang mendapatkan pelajaran agama Katolik, raja marah besar dan membunuh 22 orang dengan cara dilempar ke dalam api yang sedang berkobar. 

Ya YESUS, ajarilah aku untuk dapat mencintai BAPA di Surga dan juga sesamaku tanpa membedakan siapa dia; nyalakanlah hatiku dengan api cinta kasih ROH KUDUS-MU, hingga aku mampu melakukan segalanya hanya demi cinta kasihku kepada-MU saja. Santo Karolus Lwanga dan para martir di Uganda, doakanlah kami. Amin.(Bacaan : * Tb. 6:10-11; 7:1,6,8-13; - 8: 1, 5-9a; - * Mrk. 12: 28b-34.)  Ikuti Terus renungan dari  SOS.Topsekali.com

Selamat pagi. Selamat beraktivitas. AMDG. Berkat TUHAN.
PK/hr
 🆁🅰🅶🅸 Kamis 3 Juni 2021
Peringatan Wajib St Karolus Lwanga dkk, Martir :
* Tb. 6:10-11; 7:1,6,8-13; 
   8: 1, 5-9a;
* Mzm. 128: 1-2, 3, 4-5;
* Mrk. 12: 28b-34.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak