🆁🅰🅶🅸 Senin, 5 Juli 2021.
Hari Biasa Pekan Biasa XIV :
• Kej. 28: 10-22a;
• Mzm. 91: 1-2. 3-4. 14-15ab;
• Mat. 9: 18-26.
BELAS KASIH ALLAH MEMBUAHKAN BERKAT YANG MELIMPAH
Dalam Bacaan Pertama dikisahkan bahwa Yakub pergi melarikan diri ke Haran, daerah Mesopotamia, setelah jiwanya diancam oleh Esau. Ketika malam tiba, ia bermalam di suatu tempat. Ia mengambil batu dan dipakainya sebagai alas kepala. Ia bermimpi, melihat sebuah tangga yang ujungnya sampai ke langit dan para Malaikat turun naik di tangga itu. Tiba-tiba berdirilah ALLAH di dekatnya dan berfirman: "Tanah tempat engkau berbaring akan KU-berikan kepadamu dan kepada keturunanmu. Keturunanmu akan menjadi seperti debu tanah banyaknya, dan engkau akan mengembang ke sebelah timur, barat, utara dan selatan, dan olehmu serta keturunanmu semua kaum di muka bumi ini akan mendapat berkat." (Kej. 28:13-14).
Selanjutnya ALLAH akan selalu memberkati, menyertai dan melindungi Yakub dan keturunannya. Dan ketika Yakub terjaga, ia belum sadar bahwa ALLAH sungguh hadir di tempat itu. Baru kemudian ALLAH yang menyadarkan dia. Maka batu tempat ia berbaring akan dijadikan sebuah tugu; ia menamainya tempat itu Betel; kelak di tempat itu akan didirikan Bait ALLAH.
Demikianlah, di manapun ALLAH hadir, belas kasih, berkat dan karya keselamatan-NYA dapat dinikmati semua manusia, asalkan manusia menyadari akan kehadiran-NYA itu. Pada awalnya Yakub belum sadar, barulah kemudian ALLAH sendiri yang mengingatkannya.
Saat ini kita mudah untuk menandai bahwa di tempat-tempat yang diberkati dan disucikan seperti bangunan Gereja, kita percayai di situlah ALLAH hadir. Namun, apakah kepercayaan dan iman kita itu sungguh mendalam dan kita hayati benar sehingga sebenarnya ALLAH itu dapat hadir di mana pun juga, karena bagi ALLAH tidak ada sesuatu yang mustahil. Yakinkah kita akan hal itu?
Dalam perikop Injil hari ini, gambaran orang beriman ditampilkan oleh kepala rumah ibadat dan seorang perempuan yang sudah dua belas tahun menderita pendarahan. Kepala rumah ibadat datang bersujud dan mohon dengan penuh keyakinan kepada TUHAN YESUS, agar sudi meletakkan tangan-NYA di atas anaknya yang sudah mati, sehingga ia dapat hidup kembali. Karena belas kasih, maka IA pun pergi ke rumahnya. Pada awalnya orang-orang menertawakan-NYA, karena IA berkata bahwa anak itu tidak mati tetapi hanya tidur. Dan setelah YESUS memegang tangan anak itu, maka bangkitlah anak itu. Kejadian yang menghebohkan itu cepat tersiar ke seluruh daerah itu.
Demikian pula, seorang perempuan yang sudah dua belas tahun menderita pendarahan, berkeyakinan kuat dalam hatinya, bahwa asal ia bisa menjamah jumbai jubah-NYA saja, maka ia akan sembuh (lihat Mat. 9:21). Padahal perempuan yang sakit pendarahan dianggap oleh masyarakat Yahudi sebagai orang yang najis dan tidak boleh menyentuh atau disentuh. Tetapi YESUS menangkap isi hatinya dan terdorong oleh belas kasih, IA bersabda: Teguhkanlah hatimu, hai anak-KU, imanmu telah menyelamatkan engkau." (ayat 22). Sejak saat itu sembuhlah perempuan itu.
Dalam memohon sesuatu dalam doa, kita harus dilandasi oleh suatu sikap dasar iman yang teguh dengan disertai oleh semangat pasrah diri sepenuhnya kepada Rencana dan Kehendak ALLAH.
Kita harus yakini bahwa di dalam TUHAN YESUS selalu ada belas kasih dan jalan keluar atau jalan penyelesaian suatu persoalan. Karena itu yang paling penting adalah cara untuk menghadapi problematik itu sendiri dan mencoba mencari jalan keluarnya.
Belajar dari kisah Injil hari ini adalah supaya segala upaya dan doa kita selama masa pandemi yang membuat banyak orang yang stressed dan bahkan putus asa, maka sebagai orang beriman kita tetap harus dilandasi oleh suatu keyakinan yang teguh terhadap TUHAN YESUS yang berbelas kasih, disertai oleh kemauan yang gigih dan sikap pasrah diri secara total. Kita percaya bila semua kondisi itu terpenuhi, niscaya kita akan mendapatkan jalan keluar dan bahkan dapat mengalami penyembuhan dan keselamatan.
Pertanyaan pada diri kita masing-masing: Apakah upaya kita untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang kita hadapi terutama dalam masa sulit pandemi saat ini benar-benar sudah dilandasi oleh suatu keyakinan iman yang mendalam akan YESUS?
Ya YESUS, sertailah aku dalam setiap langkahku ke depan khususnya bila aku dalam kegelapan. Semoga dengan belas kasih, berkat dan penyertaan-MU aku mampu menghadapi dan menyelesaikan persoalan-persoalan hidup yang aku hadapi. Amin.
Selamat pagi. Selamat beraktivitas dengan tetap mematuhi Prokes dan aturan yang ada. AMDG. Berkat TUHAN.
PK/hr.