KARYA AGUNG PENYELAMATAN

 🆁🅰🅶🅸 Selasa, 6 Juli 2021.
Hari Biasa Pekan Biasa XIV : 
• Kej. 32: 22-32; 
• Mzm. 17: 1. 2-3. 6-7. 8b. 15;
• Mat. 9: 32-38.

KARYA AGUNG PENYELAMATAN 

Perikop Injil hari ini memberikan gambaran yang lengkap mengenai Karya Agung Penyelamatan ALLAH.
TUHAN YESUS mengusir setan, melenyapkan segala macam penyakit dan kelemahan, serta mengajar di rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga. Sungguh suatu Karya yang sangat agung dan mulia. Dengan semangat "melayani dan mengabdi" DIA memberikan Diri melalui semua Karya-NYA itu karena IA mempunyai hati untuk orang banyak dan bekerja dengan Hati. IA sangat mengasihi manusia terutama yang sesat dan berdosa serta menderita. IA mau menyelamatkan manusia baik jasmani maupun rohaninya.

TUHAN YESUS dalam berkarya tidak pernah beristirahat dan bersantai ria. Karya pelayanan dan pengabdian-NYA yang luar biasa itu mengundang decak kagum di kalangan orang-orang Yahudi: "Yang demikian belum pernah dilihat orang di Israel." (Mat. 9:33). Sebaliknya, orang-orang Farisi dengan sinis menghina-NYA: "Dengan kuasa penghulu setan IA mengusir setan." (ayat 34). Namun YESUS tidak menghiraukan cemoohan mereka itu.

Bahkan YESUS terus berkeliling desa dan kota untuk mengajarkan Kabar Sukacita. IA sangat berkesan pada semangat orang banyak itu yang dengan setia dan tekun terus mengikuti-NYA. Dan melihat orang banyak yang kelelahan itu, YESUS tergeraklah Hati-NYA melihat kondisi domba-domba-NYA yang kelelahan, kelaparan dan kehausan. Sampai-sampai IA mencurahkan isi Hati-NYA di depan para murid: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit! Karena itu mintalah kepada TUAN yang empunya tuaian, supaya IA mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu." (ayat 37,38).

"Curhat" YESUS itu sampai sekarang masih relevan, maka patut kita respons dengan rasa prihatin dan rasa bertanggungjawab akan tersedianya tenaga-tenaga pekerja panen. YESUS-lah sendiri yang akan memanggil dan memilih para pekerja panen itu, kita yang berasal dari keluarga ini seyogyanya menyediakan, mempersiapkan dan merelakan anak-anak kita untuk dipersiapkan secara khusus menjadi calon imam, bruder atau suster. Sanggupkah kita menyerahkan anak kita sendiri untuk dipersiapkan menjadi calon pekerja panen? Dan bagi para imam serta mereka yang sudah menyerahkan dirinya secara total kepada YESUS dalam hidup bakti, kita doakan terus agar mereka tetap setia dan konsisten dalam panggilan mereka serta tetap diberikan kesehatan, kebijaksanaan dan kekuatan lahir-batin. 

Namun ajakan YESUS itu juga bermakna sebagai ajakan kepada kita semua untuk mau mempercayakan diri kepada TUHAN. Dengan cara itu kita pun diajak untuk membuka hati bagi panggilan hidup kita, yaitu meneruskan Karya Agung Penyelamatan-NYA melalui pekerjaan dan profesi kita masing-masing.
Apakah Kasih YESUS menyentuh hati kita hingga kita tergerak untuk mengikuti-NYA?
Tergerakkah hati kita ketika menyaksikan masih banyaknya penderitaan dan kekurangan yang dipikul oleh orang sekeliling kita?

Dalam Bacaan Pertama diceritakan bahwa Yakub bergelut dengan seorang "Pemuda" yang ternyata Utusan ALLAH sendiri. Yakub mendapatkan Berkat-NYA setelah Yakub "mengalahkan Pemuda" itu dalam pergumulannya selama satu malam. Sekalipun Yakub mampu "mengalahkan" tetapi ia tetap cacad, yaitu pincang. Hal ini mengandung makna bahwa manusia jangan merasa hebat dan sombong dulu, sebab bagaimanapun juga ia tetap cacad/pincang!

ALLAH memang sering memberikan cobaan hidup kepada manusia dengan berbagai ragam bentuknya. Cobaan-cobaan hidup itu dapat berupa penyakit pandemi yang berkepanjangan seperti saat ini, yang sungguh memukul setiap segi kehidupan, kegagalan dalam hidup, penghinaan dari orang-orang sekitar, dari sesama rekan sekerja, cemoohan, kesesakan hati, luka batin, ditinggal pergi selamanya oleh orang yang dicintainya, dan sebagainya. Bagaimana sikap kita bila tengah menghadapi cobaan-cobaan dalam hidup ini? 

Kalau sikap kita suka menggerutu terhadap TUHAN, marah kepada orang-orang sekitar, selalu memberikan penilaian negatif terhadap orang yang lebih pandai, lebih ber"uang" dari pada diri kita, bisanya hanya komplain melulu dan tidak suka bekerja, maka TUHAN tidak akan memberikan Berkat-NYA. Sikap yang serba negatif itu justru akan mengundang energi negatif berupa kerisauan, pembalasan secara brutal dan keputus-asaan. Semuanya itu dapat menimbulkan gangguan jiwa dan frustrasi terus. 
Bila kita sebagai pengikut KRISTUS saat ini tidak dengan kesungguhan hati berusaha mengatasi dan mengalahkan godaan dan cobaan itu, maka kita kelak dimasukkan dalam ketegori orang-orang yang gagal, lemah, kurang "bersemangat salib."
Berusahalah secara maksimal dan optimal dalam menanggulangi cobaan-cobaan itu dan dalam menggapai cita-cita kita, seperti Yakub yang berhasil "mengalahkan" utusan  ALLAH. 

Ya YESUS, betapa egoisnya diriku karena selalu menuntut pelayanan dari petugas Gereja-MU namun aku sendiri acuh tak acuh dan kurang membaktikan diriku. Ya YESUS, pakailah diriku sebagai alat-MU dengan segala yang kumiliki. Amin. 

Selamat pagi. Selamat beraktivitas dengan mematuhi Prokes dan aturan lain. AMDG. Berkat TUHAN.
PK/hr.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak