🆁🅰🅶🅸 Minggu, 4 Juli 2021.
Hari Minggu Biasa XIV :
• Yeh. 2: 2-5;
• Mzm. 123: 1-2a. 2bcd. 3-4;
• 2Kor. 12: 7-10;
• Mrk. 6: 1-6.
YESUS DITOLAK DI TEMPAT ASALNYA.
Perikop Injil hari ini bercerita tentang TUHAN YESUS pulang kampung ke Nasaret. Kebetulan bersamaan dengan hari Sabat. TUHAN YESUS seperti biasanya ke sinagoga dan mengajar di sana. Sebagian besar jemaat takjub, keheran-heranan, DIA begitu berwibawa dan memukau cara-NYA mengajar. Namun sayang, mereka hanya berhenti pada rasa takjub saja, tidak dilanjutkan dengan sikap percaya. Bahkan dengan pongahnya mereka justru menanyakan: "Dari mana diperoleh-NYA semuanya itu? Hikmat apa pulakah, yang diberikan kepada-NYA? Dan mukjizat-mukjizat yang demikian bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-NYA. Bukankah IA ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-NYA yang perempuan ada bersama kita?" (Mrk. 6:2,3).
Maka timbul sikap makin meremehkan-NYA, sebab DIA bukan orang terpelajar seperti para ahli Taurat! Bahkan DIA cuma Anak tukang kayu, Ibu-NYA pun hanya perempuan desa tidak ternama. Begitu juga nama saudara-saudara-NYA bukanlah orang ngetop! Mereka itu orang-orang desa!
Tetapi mereka juga cukup heran, terus dari mana IA bisa punya Hikmat dan kekuasaan untuk membuat mukjizat? Karena tidak menemukan jawaban yang memuaskan hati, maka sikap heran itu akhirnya berubah jadi sikap kecewa dan menguat menjadi penolakan! (lihat Mrk 6:3-6).
YESUS dihormati di tempat-tempat lain, tetapi sangat ironis, YESUS yang sebenarnya menjadi Bintang dari para pengajar di daerah Galilea, sekarang justru ditolak di kampung halaman sendiri! Karena sikap penolakan itu maka akan menjadi penghambat utama tersalurnya berkat dan anugerah TUHAN kepada mereka. Karena itu TUHAN YESUS tidak mengadakan mukjizat apa pun untuk orang-orang sekampungnya, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit.
Bagaimana dengan kita semua, orang-orang yang telah mengenal dan merasa dekat dengan YESUS? Apakah kita sungguh menerima YESUS dalam iman dan kepercayaan yang kuat? Atau hanya "so so" saja? Jangan-jangan karya keselamatan ALLAH melalui YESUS pun tidak bekerja effektif dalam hidup kita karena kurang percaya dan berserah kepada-NYA!
Sungguh sangat mengherankan dan juga memprihatinkan, bila Gereja dipenuhi oleh banyak orang yang mengaku percaya kepada YESUS, namun dalam tingkah-laku sebenarnya mereka menolak-NYA. Bila demikian, tidak mungkin Gereja menjadi tanda berkat dan keselamatan bagi masyarakat kita! Karena itu, marilah kita dengan rendah hati datang kepada YESUS mengakui segala kelemahan dan kerapuhan hati kita. Bersama Rasul Paulus dalam Bacaan Kedua sebaiknya kita juga berprinsip tidak meninggikan diri dan suka bermegah. Seperti Paulus kalau pun bermegah, maka: "terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya Kuasa KRISTUS turun menanungi aku. Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena KRISTUS. Sebab, jika aku lemah maka aku kuat!" (2Kor.12:9,10)
Penolakan terhadap para Nabi, Utusan ALLAH sebenarnya telah terjadi jauh sebelum kedatangan KRISTUS ke dunia ini, berkisar pada enam abad sebelum KRISTUS. Seperti dikisahkan dalam Bacaan Pertama, Nabi Yehezkiel juga dipanggil ALLAH untuk diutus kepada orang-orang Israel, bangsa pemberontak melawan ALLAH. Mereka itu telah mendurhaka pada ALLAH, keturunan mereka keras kepala dan tegar hati. Nah, kepada bangsa pemberontak itulah Yehezkiel diutus! Seperti nabi-nabi sebelumnya, Yehezkiel pun mengalami penolakan juga!
Kita yang telah dibaptis juga terpanggil untuk mewartakan Kabar Gembira di kalangan masyarakat kita, khususnya pada masa sulit di tengah pandemi dengan berbagai pembatasan, protokol kesehatan dan aturan-aturan lain, kita perlu menebarkan harapan, optimisme dan pemberian semangat hingga orang tidak putus asa. Namun, jangan heran, kita pun akan atau bahkan sudah mengalami penolakan dari orang-orang yang sudah memusuhi YESUS sejak dulu dan sampai hari ini pun tetap antipati terhadap DIA dan para pengikut-NYA! Sebaiknya kita dengar pesan Nabi Yehezkiel ini: "Janganlah takut melihat mereka maupun mendengar kata-katanya, biarpun engkau di tengah-tengah onak dan duri dan engkau tinggal dekat kalajengking." (Yeh.2:6).
Siapkah kita mengemban panggilan itu di masyarakat kita yang sedang mengalami masa sulit pandemi Covid-19 serta menghadapi berbagai tantangan dalam bidang ekonomi, politik, budaya dan pendidikan, wilayah tertentu dibatasi, di samping adanya perasaan tertekan oleh situasi dan menghadapi berbagai krisis dalam bidang ideologi bangsa, mentalitas dan integritas serta krisis kewibawaan?
Ya YESUS, ajarilah aku untuk senantiasa bersikap rendah hati. Jauhkanlah aku dari sikap arogan, sombong dan tinggi hati. Curahkanlah ROH KUDUS-MU kepada pada pemimpin Gereja dan Bangsa tercinta ini sehingga mereka dapat mengemban tugas pelayanan dan penggembalaan serta kepemimpinan di masyarakat sesuai dengan panggilan-MU. Amin.
Selamat pagi. Selamat merayakan Ekaristi secara online maupun offline. Selamat berhari Minggu dengan mematuhi Prokes. Berkat TUHAN.
PK/hr.