Menata Hati Hidup Manusia

Menata Hati Hidup Manusia

Orang yang keras kepala atau keras hatinya biasanya mengalami kesulitan dalam pergaulan dengan sesama. Ia sering merasa dirinya paling benar, paling pintar dan sempurna. Akibatnya ia mudah menyalahkan atau menghakimi orang lain. Ia sulit melihat kebaikan pada diri orang lain. Maka ia selalu berpikiran negatif (negative thinking) terhadap seseorang atau kalau mengalami suatu peristiwa atau kasus tertentu.

Dalam Bacaan Pertama kita catat peringatan ALLAH yg ditujukan kepada bangsa Israel melalui Nabi Yeremia. Peringatan itu sehubungan dgn kekerasan dan ketegaran hati bangsa Israel. Mereka tidak mau mendengarkan suara ALLAH dan tidak peduli kepada-NYA serta menolak para utusan-NYA yaitu para Nabi. Mereka lebih mengikuti kehendak dan rencana mereka sendiri daripada rencana dan kehendak ALLAH. Akibatnya, mereka gagal menangkap dan merasakan kebaikan ALLAH. Maka TUHAN sangat tidak berkenan kepada mereka. Sabda-NYA: "Inilah bangsa yang tidak mau mendengarkan suara TUHAN, ALLAH mereka dan yang tidak mau menerima penghajaran!  Ketulusan mereka sudah lenyap, sudah hapus dari mulut mereka" (Yer.7:28).  
Bagaimana dgn kita sendiri: apakah kita juga suka keras kepala, menuruti kehendak sendiri dan menutup hati terhadap saran-saran  yang baik dari orang lain?

Kegagalan yang serupa dialami oleh orang Yahudi pada zaman TUHAN YESUS. Mereka yang menyaksikan sendiri tanda-tanda mukjizat-NYA gagal melihat kebaikan dan kasih-NYA. TUHAN YESUS telah banyak berbuat kebaikan. Namun justru IA mengalami penolakan. Mengapa? Karena orang tetap keras kepala hingga  tidak melihat buah-karya YESUS yang menyelamatkan banyak orang. Orang lebih melihat sisi lain yang memperlihatkan bahwa YESUS tidak dapat diandalkan. Bahkan YESUS dituduh bersekutu dengan setan: "IA mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan" (Luk.11:15). Ada juga yang mau mencobai DIA, tetapi DIA mengetahui pikiran mereka yang jahat itu. Kegagalan itu semua terjadi karena mereka tetap tegar tengkuk, panas hati, sombong, iri dan dengki. Mereka bukan hanya gagal, tetapi memunculkan kejahatan baru, yakni menghakimi dan menuduh YESUS sebagai "antek bahkan sekutu" nya Beelzebul!  Ini tuduhan keji yang sudah amat keterlaluan!

Hati adalah pusat kepribadian manusia. Dari dalam hati muncul segala yang baik dan segala yang jahat. Karena itu kita perlu menata hati, menjaga kemurnian hati dan melatih serta mendidik hati nurani kita. Kita pun perlu memelihara sikap rendah hati, lemah lembut dan tulus hati. Ketegaran hati dan keras kepala hanya akan membuat kita gagal melihat dan merasakan kebaikan TUHAN dan sesama. Akibatnya, kita pun gagal menghadirkan kebaikan TUHAN dalam masyarakat dan sesama dalam hidup kita. Bagaimana dengan kita sendiri? Cobalah kita pada Masa Prapaskah ini mawas diri secara jujur dan akuilah kepada TUHAN segala kelemahan yang masih melekat dalam diri kita.

Ya YESUS, puji syukur atas kebaikan-MU yang KAU-limpahkan kepadaku. Semoga aku semakin terbuka terhadap kebaikan-MU dan kebaikan sesama agar aku juga mampu melakukan perbuatan-perbuatan baik. Bantulah aku juga dalam memelihara kesucian hatiku. Amin.
Ikuti Terus Renungan Dari   

Selamat pagi. Selamat berlibur. AMDG. Berkat TUHAN.
PK/hr
 🆁🅰🅶🅸 Kamis 11 Maret 2021 
Hari Biasa Pekan III Prapaskah : 
• Yer. 7: 23-28; 
• Mzm..95: 1-2, 6-7, 8-9;  
• Luk 11:14-23.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak