Sentuhan Kasih ALLAH Dapat Mengubah Hidup Anda

Sentuhan Kasih ALLAH 
Dapat Mengubah Hidup Anda

Musa mengalami pengalaman pribadi yang sangat mendalam dan intens dengan ALLAH, dan mulailah ia menjadi alat di Tangan ALLAH bagi umat Israel. Paulus menjadi pewarta Kabar Gembira yang sangat handal dan tangguh, segera sesudah mengalami sentuhan Kasih ALLAH ketika dalam perjalanan ke Damsyik. 

Karya Kasih ALLAH ketika meluputkan bangsa Israel dari serangan maut  tentara Mesir merupakan pengalaman komunal yang tidak pernah terlupakan dari generasi ke generasi. Itulah sebabnya mengapa nabi Mikha dalam doanya menyatakan: "Seperti pada waktu ENGKAU keluar dari Mesir, perlihatkanlah kepada kami keajaiban-keajaiban! Biarlah bangsa-bangsa melihatnya dan merasa malu atas segala keperkasaan mereka" (Mi. 7:15,16). 
Dan ketika mereka  berada jauh dari TUHAN, jatuh ke dalam dosa, di sana mereka terkenang akan pengalaman penyeberangan Laut Merah. "Biarlah IA kembali menyayangi kita, menghapuskan kesalahan-kesalahan kita dan melemparkan segala dosa kita ke dalam tubir-tubir laut" (ayat 19).

Dengan mendaraskan doa-doa seperti  itu dengan penuh iman dan harapan, marilah kita terus memohon ampun bagi orang-orang yang meninggalkan TUHAN dan memusuhi Gereja; juga bagi anak dan orang muda yang terlena dalam cengkeraman obat-obatan yang berbahaya, heroin dan narkotika. Apakah kita konsisten mau mendoakan para korban heroin dan narkotika serta orang-orang yang meninggalkan TUHAN?
Di samping itu, pada hari Sabtu Imam ini marilah kita juga mendoakan para Imam yang menemui halangan, hambatan dan kesulitan yang serius dalam karya pastoral mereka.

Perikop Injil hari ini mengisahkan perumpamaan tentang anak yang hilang, telah menunjukkan begitu besar dan mendalam Cinta Kasih ALLAH kepada kita, para pendosa. BAPA Yang Mahakasih setiap saat menunggu kita semua tanpa kecuali untuk kembali kepada-NYA. "Aku akan bangkit dan pergi kepada Bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap Bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak Bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan Bapa" (Luk 15:18,19).

Itulah awal kebangkitan dan hidup baru dari si anak bungsu yang malang itu. Dia telah melakukan segala sesuatu sesuai dengan hak dan kebebasannya, namun semua itu telah disalah-gunakannya. Pengalaman hidupnya berjalan tragis. Kebebasannya tidak menjadikan hidupnya bersahaja dan pantas dibanggakan. Satu-satunya jalan yang bisa menyelamatkan dia dari kebinasaan adalah kembali ke kehidupan bersama Bapanya.

Manusia diciptakan karena Cinta Kasih TUHAN. Dia bermandikan Rakhmat-NYA. Namun manusia merasa bahwa dirinya bisa mengatur sendiri hidupnya tanpa campur tangan Ilahi atau Kemurahan Rakhmat TUHAN. Manusia juga dibelenggu oleh sikap yang merasa bahwa dirinya sendirilah yang berhak memiliki semua karunia Rakhmat atau kekayaan di Rumah BAPA.

TUHAN sangat mengharapkan anak-anak-NYA untuk tetap memandang DIA sebagai BAPA, yakni Sumber Cinta Kasih, dan semua anak-NYA harus hidup dalam semangat cinta yang sama. Hubungan dalam keluarga bangsa manusia pun harus merupakan suatu hubungan kasih. Kehidupan sosial masyarakat sering tidak berjalan dengan baik ketika perselisihan terjadi. Jalan tengah atau musyawarah untuk berdamai tidak dilakukan, melainkan mengambil sikap main hakim sendiri, dan tidak jarang kekerasan dan kekejaman menjadi jalan keluar suatu keputusan. Itulah tanda-tanda kehidupan masyarakat yang sakit dan jauh dari ALLAH. 

Kasih itu memungkinkan kita untuk menerima kemurahan hati TUHAN dalam pengampunan.  Maka mulailah pertobatan kita hari ini, saat ini juga, jangan menunda-nunda lagi!

Ya BAPA, aku sering membangkang terhadap-MU. Aku ingin sentuhan Kasih-MU lagi. Terimalah aku yang saat ini mau bertobat dan kembali kepada-MU. ROH KUDUS, terangilah hatiku dan kuatkanlah aku. Amin.
Terus Ikuti Renungan Dari

Selamat menyambut hari baru. Selamat mempersiapkan diri untuk bertobat. Selamat beraktivitas pada akhir pekan. AMDG. Berkat TUHAN.
PK/hr
 🆁🅰🅶🅸 Sabtu 6 Maret 2021 
Hari Biasa Pekan II Prapaskah   
•Mi. 7: 14-15, 18-20; 
•Mzm..103: 1-2, 3-4, 9-10, 11-12;  
•Luk.15: 1-3, 11-32.
Hari Sabtu Imam

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak