Dengarkanlah Kritik Dan Teguran Dari Allah

Dengarkanlah Kritik Dan Teguran Dari Allah

Pada saat ini kita sering melihat orang-orang punya sikap "cuek atau acuh tak acuh" terhadap aturan lalu lintas,  aturan-aturan 3 M, hindari kerumunan, jaga jarak dan lain-lain yang semua itu demi kepentingan mereka juga. 
Sikap ini tidak hanya ciri khas orang pada masa pandemi ini saja. Ribuan tahun yang lalu sebelum KRISTUS lahir, bangsa Israel sangat terkenal dengan sikap negatif ini. TUHAN sering menegur mereka sebagai bangsa yang "tegar tengkuk".

Kedua Bacaan Suci hari ini berisi kritik dan teguran keras dari ALLAH sendiri kepada bangsa Israel baik pada zaman Musa maupun masa TUHAN YESUS  menjalankan misi perutusan-NYA.

Pada Bacaan Pertama dikisahkan bahwa ALLAH  telah membebaskan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir, dan membawa mereka ke Tanah Terjanji dengan melintasi padang gurun yang luas. Di tengah perjalanan, bangsa ini tidak tahan uji. Mereka mulai acuh tak acuh terhadap Hukum Musa yang berasal dari ALLAH  sendiri. Mereka mulai meninggalkan ALLAH dan perilaku mereka jadi rusak total. Mereka menyembah berhala dengan menciptakan patung lembu tuangan dari emas dan menganggapnya sebagai "allah" yang membebaskan mereka dari Mesir. Dan mereka juga membuat korban bakaran di mezbah depan patung itu. Betapa murka ALLAH melihat tingkah laku bangsa itu yang menyamakan ALLAH Yang Mahabesar dengan seekor lembu jantan pemakan rumput! Maka ALLAH akan membasmi dan memusnahkan mereka. Namun, Musa mohon dengan sangat pengampunan ALLAH  terhadap mereka dan mencoba meredakan murka-NYA dengan  mengingatkan DIA atas janji-NYA kepada Abraham, Iskak dan Yakub yang akan melipatgandakan keturunan bapa-bapa bangsa itu sebanyak bintang di langit dan pasir di tepi pantai. ALLAH  akhirnya dapat mereda murka-NYA dan tidak jadi memusnahkan mereka semua.
Demikianlah, ALLAH kita ternyata ALLAH yang Mahamurah, Maharahim, Maha Pengampun dan Maha Penyayang terhadap umat-NYA meskipun mereka melakukan dosa besar.

Apa yang terjadi pada zaman Musa itu, kini pada zaman digital ini juga masih terjadi. Banyak orang mengaku dirinya beragama dan beriman. Tetapi dalam perilakunya banyak yang melupakan TUHAN. Bahkan dengan sengaja mereka itu menukar ALLAH dengan barang-barang ciptaan teknologi mutakhir,  dengan jabatan, dengan harta dan kenikmatan duniawi. Demi jabatan, orang akan  meninggalkan iman, demi kenikmatan orang tega melanggar hukum TUHAN.

Melalui Bacaan Suci hari ini, TUHAN menegur dan mengkritik diri kita dengan keras. Marilah kita dengar dan perhatikan teguran dan kritik TUHAN  itu, dan cepatlah kita bersimpuh di hadapan-NYA untuk menyesali segala tingkah  laku kita yang salah, serta bertobatlah! ALLAH itu Maharahim dan Maha Pengampun, datanglah kepada-NYA!

Dalam perikop Injil hari ini makin lebih jelas lagi segala kebaikan ALLAH tampak dalam misi perutusan TUHAN YESUS ke dunia ini. ALLAH mewahyukan Diri dalam Diri YESUS KRISTUS guna membebaskan manusia dari perbudakan dosa. Kehadiran-NYA di dunia ini menjadi berkat bagi banyak orang yang percaya kepada-NYA. YESUS menjelaskan tentang misi perutusan-NYA. Sebenarnya DIA tidak membutuhkan kesaksian dan pembenaran dari pihak manusia. Saksi yang paling penting adalah karya YESUS. Apa yang dikerjakan-NYA sudah memberikan kesaksian bahwa DIA adalah Utusan BAPA, saksi ALLAH yang sejati. "BAPA yang mengutus AKU, DIA-lah yang bersaksi tentang AKU" demikian tegas-NYA. Selanjutnya DIA mengkritik orang-orang yang tidak percaya itu: "Kamu tidak pernah mendengar suara-NYA, rupa-NYA pun tidak pernah kamu lihat, dan Firman-NYA tidak menetap dalam dirimu, sebab kamu tidak percaya kepada DIA yang  diutus-NYA.... AKU tidak memerlukan hormat dari manusia. Tetapi tentang kamu, memang AKU tahu bahwa di dalam hatimu kamu tidak mempunyai kasih akan ALLAH". (Yoh.5:37,38,41).

Jadi YESUS dan ALLAH BAPA adalah satu. DIA  telah menghadirkan belas kasih, kemurahan hati dan kebaikan ALLAH BAPA. Sayang sekali, bangsa pilihan ALLAH sendiri tidak mampu menangkap sinyal yang ditunjukkan oleh YESUS, bukan karena mereka bodoh melainkan karena mereka menutup hati mereka. Mereka bukan lagi pantas disebut bangsa pilihan, melainkan bangsa yang keras kepala, bangsa yang tegar tengkuk!

Sebagai umat beriman yang percaya kepada KRISTUS yang ditandai dengan pembaptisan, kita adalah orang-orang pilihan ALLAH! Janganlah sampai sifat keras kepala dan tegar tengkuk itu menular dalam diri kita!
Sebagai pengikut KRISTUS, kita dipanggil untuk menjadi saksi-saksi KRISTUS di mana pun kita berada. 
Kita dipanggil untuk menghadirkan kemurahan hati, belas kasih, pengampunan dan semua kebaikan TUHAN seperti keadilan, kebenaran, kesetaraan, kedamaian, kebahagiaan dan sukacita dan nilai-nilai kebajikan lainnya di dalam keluarga, lingkungan kerja, komunitas, kehidupan bertetangga dan menggereja serta  bermasyarakat dan bernegara. Kesaksian yang paling ampuh adalah keteladanan melalui tutur kata, perilaku dan semua perbuatan kita yang baik.
Terutama pada masa pandemi ini, apakah kita membuktikan diri sebagai orang yang berdisiplin dalam protokol kesehatan? Kita mempunyai solidaritas sosial yang nyata? Apakah kepekaan kita terhadap yang menderita sudah terbukti?
Cobalah pada Masa Prapaskah semua niat baik kita benar-benar terbukti!

Ya TUHAN, aku berterima kasih boleh menjadi pengikut-MU. Tambahkanlah iman dan kebijaksanaan-MU kepadaku agar aku bertumbuh dalam kerendahan hati dan ketaatan kepada-MU hingga mampu bersaksi dalam hidupku. Amin.  Terus Ikuti Renungan dari  - SOS.TopSekali.com

Selamat menjalani Retret Agung. Selamat beraktivitas. AMDG. Berkat TUHAN.
PK/hr
 🆁🅰🅶🅸 Kamis 18 Maret 2021 
Hari Biasa Pekan IV Prapaskah: 
• Kel. 32: 7-14; 
• Mzm. 106: 19-20, 21, 22-23; 
• Yoh. 5: 31-47.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak