Terimalah Sumber Rahmat Yang Sejati Dari Tuhan

Terimalah Sumber Rahmat Yang Sejati Dari Tuhan

Kisah aliran sungai dari bawah Bait Suci, seperti dikisahkan dalam Kitab Yehezkiel pada Bacaan Pertama yang memberikan kehidupan dan kesuburan, adalah gambaran Kasih ALLAH kepada manusia yang terus berlanjut dan tidak pernah putus. Ketika air menerjang bebatuan atau benda-benda lain yang menghambatnya, air memanfaatkan celah-celah yang ada untuk tetap mengalir dan mengalir. 
Demikian pula Kasih dan Rakhmat ALLAH, walaupun dihadang dosa dan kesalahan manusia, selalu memanfaatkan celah-celah yang ada agar tetap bisa mengalir memberikan hidup dan kesegaran bagi manusia yang mendambakannya. 
"Ke mana saja sungai itu mengalir, segala makhluk hidup yang berkeriapan di sana akan hidup. Ikan-ikan akan menjadi sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi tawar, dan ke mana saja sungai itu mengalir, semuanya di sana hidup" (Yeh. 47:9). 

Hidup kita hendaknya seperti air sungai itu, di mana kita berada dan ke mana kita pergi, hendaknya terwujud nilai-nilai kebajikan yang kita lakukan. Hal ini hanya bisa terjadi, bila hidup ini kita letakkan di dalam bimbingan dan genggaman Tangan TUHAN.  
Apakah hidup kita pada masa pandemi yang semakin tidak menentu ini, sudah dapat dikatakan seperti air sungai dari Bait Suci yang banyak mendatangkan Kasih, Rakhmat dan Berkat TUHAN bagi sesama? Ataukah kita justru seperti bebatuan yang menghalangi kelancaran aliran Kasih dan Rakhmat-NYA?

Perikop Injil hari ini menceritakan tentang TUHAN YESUS menyembuhkan seorang yang sudah 38 tahun mengalami sakit lumpuh yang berbaring dekat kolam Betesda. Menurut kepercayaan pada waktu itu, kalau Malaikat datang dan menggoncang air kolam itu serta orang sakit terjun ke dalamnya, maka ia akan sembuh, apa pun penyakitnya. Orang lumpuh ini sangat mendambakan kesembuhan, tetapi ia tak mampu turun ke kolam itu. TUHAN YESUS mengetahui kerinduan hatinya yang terdalam itu dan IA sangat peduli. "Maukah engkau sembuh?" tanya-NYA kepadanya. Ia menjawab, tidak ada orang yang membantu menurunkan dia ke kolam itu. Maka YESUS bersabda: "Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah!" (lihat Yoh. 5:6-8). Dan orang itu sembuh lalu mengangkat tilamnya. Sampai detik itu ia tidak mengenal persis, siapa yang telah menyembuhkannya. Karena hari itu hari Sabat ia ditegor orang-orang Yahudi, dia tidak boleh mengangkat tilam.
Ketika mereka tahu bahwa YESUS-lah yang menyembuhkan dan menyuruh si lumpuh untuk mengangkat tilam, mereka marah besar. Hati mereka diliputi kebencian dan antipati pada YESUS. Sikap itu bagaikan kabut hitam yang membutakan mata hati dan iman mereka pada TUHAN. Mereka bahkan berniat
menyingkirkan dan menganiaya-NYA.

YESUS memiliki kepedulian pada kebahagiaan dan keselamatan kita. Bagi DIA yang terpenting adalah hidup manusia. Kita mohon kiranya kita dapat mempunyai kepekaan hati seperti DIA. Kita juga mohon agar dapat disembuhkan dari penyakit "acuh tak acuh dan antipati kepada sesama", agar kita juga mampu menyaksikan kebaikan TUHAN di alam semesta ini. 
Pertanyaan YESUS yang sama sekali lagi juga diajukan kepada kita: "Maukah engkau sembuh?" (ayat 6). Jalan kesembuhan itu adalah bertobat! Maka marilah kita pergunakan waktu yang sebaik-baiknya pada masa Prapaskah ini untuk bertobat sekarang juga! Dan setelah menerima Sakramen Tobat serta disembuhkan TUHAN, ingatlah pesan YESUS: "Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk" (ayat 14). 

Dari kedua Bacaan Suci hari ini dapat kita simpulkan bahwa TUHAN YESUS-lah Bait Suci Sejati yang mengalirkan sungai kehidupan, kebahagiaan, kesembuhan dan keselamatan baik jiwa maupun raga. Maka sumber penyembuhan itu bukanlah kolam Betesda, melainkan TUHAN YESUS sendiri. DIA-lah sumber kehidupan, keselamatan dan kesembuhan yang mengalirkan Rakhmat kepada setiap orang yang mau membuka mata hatinya. Rakhmat itu tercurah tiada henti. Tempat yang lebih rendah akan mendapat air yang lebih banyak. Demikian pula orang yang rendah hati akan mempunyai lebih banyak peluang untuk menerima Rakhmat itu.
Sudahkah kita membuka mata hati kita terhadap tawaran YESUS? Dan apakah sikap kita tetap rendah hati terhadap TUHAN maupun sesama?

Ya YESUS, Sumber Sejati Mata Air kehidupan, kebahagiaan, kesembuhan dan keselamatan, curahkanlah Rakhmat kesembuhan kepada orang-orang sakit terutama para penderita Covid-19 dan para penderita sakit lainnya serta jamahlah hati para pendosa agar mau bertobat, dan ajarilah aku untuk tetap rendah hati. Amin. Terus Ikuti Renungan dari  

Selamat  menjalankan Retret Agung. Selamat beraktivitas. AMDG. Berkat TUHAN.
PK/hr
 🆁🅰🅶🅸 Selasa 16 Maret 2021 
Hari Biasa Pekan IV Prapaskah: 
• Yeh. 47: 1-9, 12; 
• Mzm. 46: 2-3, 5-6, 8-9; 
• Yoh.5: 1-16.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak