*Ekaristi Dan Sakramen Mahakudus, Begini Penjelasannya.*
https://sos.topsekali.com/2021/06/dan-sangat-perlu-diketahui-serta.html
Di Gereja Katolik, merayakan Hari Raya TUBUH dan DARAH KRISTUS. Semua Bacaan Suci hari ini berkisah tentang "Darah perjanjian yang diikat ALLAH dengan umat-NYA" di Gunung Sinai (Bacaan Pertama); DARAH KRISTUS yang menyucikan hati nurani kita (Bacaan Kedua), dan tentang perjamuan akhir TUHAN YESUS bersama murid-murid-NYA (Bacaan Injil). Hari ini merupakan hari yang dipersembahkan secara istimewa untuk menghormati KRISTUS yang telah menguras habis pemberian Diri-NYA seutuhnya dan secara tuntas dengan memberikan Sakramen Mahakudus. Sehingga tidak dapat dipikirkan suatu pemberian diri yang lebih besar dari pada itu.
*Pada saat Gereja merayakan TUHAN YESUS yang sungguh nyata hadir* - bukan hanya sebagai lambang - dan akan selalu hadir dalam setiap pribadi yang mengimani-NYA. Jadi, tegasnya dalam perayaan Ekaristi TUHAN YESUS sendiri sungguh hadir secara nyata dan kehadiran-NYA sungguh substansial, bukan sekedar simbolis. Di dalam perayaan Ekaristi, TUHAN YESUS menghadirkan bagi kita misteri sengsara, wafat dan Kebangkitan-NYA, sehingga di dalam perayaan Ekaristi, kita ikut ambil bagian dalam Kurban KRISTUS di Salib, tetapi secara tidak berdarah dalam misteri.
Dengan kata-kata dalam Konsekrasi, Imam mengulang kembali kata-kata YESUS yang diucapkan pada perjamuan akhir: "Ambillah, inilah TUBUH-KU" dan "Inilah DARAH-KU, Darah perjanjian yang ditumpahkan bagi banyak orang." (lihat Mrk. 14:22,24).
YESUS adalah "Darah Baru" dari darah lembu jantan yang dipercikkan oleh Musa ke mesbah dan kepada bangsa Israel. "Inilah darah perjanjian yang diadakan TUHAN dengan kamu, berdasarkan segala Firman ini" demikian kata Musa (Kel.24:8). Dan dalam Bacaan Kedua Rasul Paulus lebih mempertegas lagi bahwa YESUS datang sebagai Imam Besar yang telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa DARAH-NYA sendiri. "Betapa lebihnya DARAH KRISTUS, yang oleh ROH yang kekal telah mempersembahkan Diri-NYA sendiri kepada ALLAH sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadat kepada ALLAH yang hidup." (Ibr. 9:14).
*Memang sejak awal kata-kata YESUS tentang Roti Hidup yang tidak lain* adalah Diri-NYA sendiri dinilai sangat keras oleh banyak pengikut-NYA: "Bagaimana IA ini dapat memberikan DAGING-NYA kepada kita untuk dimakan?" (Yoh. 6:52). YESUS menegaskan kembali: "Barangsiapa makan DAGING-KU dan minum DARAH-KU, ia mempunyai hidup yang kekal dan AKU akan membangkitkan dia pada akhir zaman" (ayat 54). Akan tetapi "mulai dari waktu itu banyak murid-murid-NYA mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut DIA" (ayat 66). Sekarang ini, bagaimana kita menerima kata-kata YESUS itu? Apakah kita seperti banyak dari murid-NYA yang meragukan-NYA dan mau meninggalkan DIA juga? Ataukah kita imani dengan sungguh misteri Ekaristi dan Sakramen Mahakudus ini?
Menurut tradisi Gereja Katolik hari ini diadakan upacara penerimaan Komuni pertama. Tetapi dengan adanya pandemi Covid-19, banyak paroki yang menunda penerimaan pertama Sakramen Mahakudus ini. Bila hal ini bisa diadakan, banyak waktu dipergunakan untuk mempersiapkan pengetahuan maupun mental dan yang jauh lebih penting mempersiapkan iman pada calon penerima Komuni pertama itu. Hal ini baik sekali. Namun, yang menjadi keprihatinan kita saat ini adalah bagaimana setelah Komuni pertama itu? Sayang sekali, persiapan untuk menerima Komuni pada hari Minggu atau hari-hari biasa, kurang dilakukan persiapan yang baik. Indikasi yang dapat kita lihat dalam kondisi yang wajar sebelum masa pandemi adalah masih adanya umat yang datang terlambat pada Perayaan Ekaristi. Dan masih saja perhatian ke upacara liturgi Misa dibumbui dengan bisik-bisik ataupun pembicaraan omong kosong di antara umat, terutama mereka yang kebetulan jauh dari altar. Tidak sedikit juga yang masih mencuri kesempatan untuk menjawab WA atau SMS, hingga tidak peduli lagi kepada perayaan Ekaristi yang dihadiri secara offline. Puasa satu jam sebelum menyambut Komuni pun hampir tidak diperhatikan lagi pada saat ini.
*Bagaimana sikap kita sendiri dalam mengikuti perayaan Ekaristi* secara offline? Apakah pergi ke Misa pada hari Minggu merupakan suatu kewajiban yang berat dan terpaksa harus dilakukan atau karena kerinduan kepada TUHAN YESUS? Bagaimana perasaan kita sebelum pergi ke Misa baik offline maupun online, apakah kita merasa sebagai suatu kebutuhan rohani? Ataukah suatu panggilan YESUS kepada kita?
*Perayaan Ekaristi adalah perayaan kasih dan perjamuan syukur* yang bukan bersifat individu, melainkan suatu persekutuan (communio), jadi sifat kebersamaan perlu kita jaga dan perhatikan. Untuk itulah kita harus ikut aktif berpartisipasi dalam nyanyian dan doa bersama seluruh umat, dan diperlukan suasana hening, tertib dan khidmat yang harus sama-sama dijaga, diusahakan dan diperhatikan. Sementara itu, perayaan Ekaristi harus berbuah dalam hidup sehari-hari. Buah Ekaristi itu tampak dalam hidup bersama yang saling berbagi, mau berkorban waktu, tenaga atau apa saja demi kebaikan orang lain atau kepentingan umum, rela untuk bermurah hati dan mau mengampuni orang yang selalu membuat kesal pada diri kita, tanpa bermaksud untuk menghakimi orang lain.
Cobalah kita mawas diri kita: Apa saja buah Ekaristi bagi hidup kita selama ini?
Ya YESUS, aku bersyukur dan berterima kasih atas segala pengorbanan-MU di salib, dan hingga saat ini ENGKAU sungguh hadir dalam setiap perayaan Ekaristi; teguhkanlah imanku, agar aku semakin mantap kepercayaanku dalam menyikapi Kehadiran-MU itu. Semoga TUBUH dan DARAH-MU yang aku sambut semakin menjadikan diriku serupa dengan ENGKAU. Amin. Ikuti Terus Reungan di
https://sos.topsekali.com/2021/06/dan-sangat-perlu-diketahui-serta.html
Selamat menyambut hari baru. Selamat Merayakan Ekaristi Kudus secara offline atau online pada Hari Raya TUBUH dan DARAH KRISTUS. AMDG. Berkat TUHAN.
PK/hr.
🆁🅰🅶🅸 Minggu, 6 Juni 2021.
HARI RAYA TUBUH DAN DARAH KRISTUS :
• Kel. 24: 3-8;
• Mzm. 116: 12-13. 15. 16bc. 17-18;
• Ibr. 9: 12-15;
• Mrk. 14: 12-16, 22-26.
